Ternyata Inilah Warna dan Kondisi Feses Bayi Normal

0 Comments
Ternyata Inilah Warna dan Kondisi Feses Bayi Normal

Sangat penting untuk terus memantau kesehatan bayi, apalagi di masa-masa setelah kelahirannya. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengecek kondisi kesehatan bayi, yakni dengan melihat kondisi fesesnya. Apabila kondisi feses bayi normal, maka kesehatan bayi kemungkinan besar juga tidak ada masalah. Berikut ini beberapa kondisi feses pada bayi yang perlu ibu ketahui.

 

Feses Bayi Ketika Baru Lahir

 

Menurut Blank Children’s Hospital, bayi yang baru lahir mempunyai warna feses hijau agak gelap, bertekstur lengket, dan juga tidak berbau. Tekstur ini juga disebut dengan mekonium yang terdiri dari lendir, cairan ketuban, dan sel kulit yang tertelan ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Mekonium biasanya hanya berlangsung selama dua hari.

 

Setelah tiga atau empat hari, pup bayi semakin lama akan berubah menjadi berwarna hijau dengan tekstur yang tidak terlalu lengket seperti sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa usus bayi sedang baik-baik saja. Jika setelah tiga hari bayi masih mengeluarkan mekonium, sebaiknya segera konsultasi ke dokter anak untuk melakukan pemeriksaan.

 

Feses Bayi Saat Mengonsumsi ASI

 

Setelah tiga atau empat hari, feses bayi akan berubah warna. Apabila bayi mengonsumsi ASI, warna feses biasanya akan berwarna kuning keemasan atau cokelat kehijauan. Sangat wajar jika bayi yang mengonsumsi ASI mempunyai warna kotoran lebih pucat dengan tekstur berair seperti diare. Ini artinya bayi sedang dalam keadaan sehat.

 

Feses Bayi yang Mengonsumsi Susu Formula

 

Berbeda dengan sebelumnya, feses bayi yang mengonsumsi susu formula normalnya memiliki warna cokelat atau kuning dan bertekstur seperti mentega. Hanya saja, feses bayi akan sedikit lebih bau untuk ukuran bayi. Jika feses bayi berwarna hitam setelah empat hari kelahiran, ini bisa menandakan bawa bayi sedang tidak sehat dan perlu segera dibawa ke dokter.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Soal Feses Bayi

 

  1. Memperhatikan tanda diare pada bayi

 

Ketika baru lahir, pup bayi normalnya akan bertekstur lunak dan berair sehingga orang tua bisa jadi sedikit kesulitan untuk membedakan apakah pup tersebut normal atau sedang diare. Salah satu tanda jika bayi mengalami diare adalah terdapat peningkatan frekuensi pup. Bayi yang mengalami diare bisa menjadi tanda bahwa terdapat infeksi usus karena perubahan pola makan.

 

  1. Mengenal dehidrasi pada bayi

 

Selain diare, pup bayi juga menjadi faktor untuk melihat apakah bayi sedang dalam kondisi dehidrasi atau tidak. Dehidrasi atau kekurangan cairan memang merupakan kondisi yang meresahkan. Apabila bayi berusia kurang dari dua bulan dan mengalami demam, segera bawa ke dokter. Namun, jika bayi berumur lebih dari dua bulan, coba periksa urin dan suhu fesesnya.

 

Meski terlihat sepele, namun jangan pernah meremehkan pengetahuan mengenai feses bayi seperti ini. Bahkan, bisa dikatakan bahwa dengan kemampuan memahami kondisi feses bayi merupakan langkah perawatan bayi yang utama.